Pages

Ads 468x60px

Sabtu, 08 Maret 2014

^1^ Awal Semuanya - Pendakian Gunung Lawu

Gunung Lawu
Siang itu, salah satu alumni TMUA Terkontroversi, 
Mas Aziz Ardiyanto, memberikan sebuah surat ke kami. Surat itu tebal dan bewarna keemasan,  
Surat itu berisi tentang undangan pendakian ke gunung lawu. 

Mmmmmm......
Pendakian gunung merupakan hal asing bagiku.

Membahayakan, lelah-letih tidak berguna,  buang-buang waktu dan segala macam kegiatan tidak berguna memenuhi pikiranku. 

Tapi ternyata....
Rasa itu semua kalah oleh Jiwa Mudaku yang sedang membara-bara
Jiwa-jiwa ini kesepian rindu akan petulangan, dan....
"deeng deng deeeeeng"

MAKA, diputuskanlah bahwa aku akan ikut kesana,

Dengan pemaksaan disana-sini,
Akhirnya, di dapatkanlah 3 orang sukarelawan lain dari takmir yang akan ikut pergi.
Mereka adalah Jojo, Rahman dan Lanjar.

Tapi sebelum pergi, disurat itu tertera kewajiban untuk membawa beberapa barang-barang.
Ada kaos kaki, mantel, mie goreng, 
gula merah, senter, pakaian ganti,
pluit dan barang lainnya yang sudah kulupakan.

Alhasil, kami sibuk mencari disana-sini. Ada yang beli, bongkar gudang, minjem bahkan ada yang statusnya setengah minjem hehehe (dasar....kebiasan).

Selain dari pencarian-pencarian galau tersebut,
tidak lupa pula kami meminta petuah dari beberapa orang yang pernah ataupun punya pengalaman di-bidang ini.

Imam namanya, seorang anak perantauan dari negeri poco-poco, yang experts dalam kepramukaan dan sejenisnya. 
Ia menyarankan dengan berapi-api untuk menggunakan minyak kayu putih ataupun balsem yang dioles ke kaki dan tangan, 
gunanya katanya waktu itu, untuk menghangatkan.  

Maka dengan menelan mentah-mentah kami terima tetuah itu, 
Kelak hal ini akan menjadi malapetaka besar pertama disana.....


Back to journey...

Pada pagi hari,  kami berempat bersama mas Aziz  berangkat menuju lokasi pertemuan, 
Sebuah Masjid perkampungan di sekitaran kentungan. 
Disana kami bertemu dengan rombongan dari MPI (Mahasiswa Pecinta Islam), 
salah satu organisasi yang mas Aziz geluti.

Seperti biasa, ramah-tamah, pembukaan dan doa-doa menghiasi acara pertemuan tersebut.
dan sebelum berangkat ada tausyiah singkat dari seorang ustadz muda.
Namanya mmmm sudah di-terhapus di memori otakku..

Lanjut...



Perjalanan dipimpin oleh mas Aziz, yang memang menjadi ketua MPI, 
Seingatku waktu itu ada sekitar 7-8 motor yang berangkat. 
Perjalanan menuju gunung lawu melintasi beberapa daerah
Kota Klaten , Solo, Karanganyar  dan Tawangmangu.

Sebelum Ashar kami akhirnya sampai di sebuah masjid sekitar Tawangmangu. 
Disana ternyata, diadakan pertemuan dengan MPI Solo . 
Saat kami datang, disana sedang berlangsung diskusi-diskusi tentang Idealisme-Idealisme.
ISLAM.....MUSLIM.....JAKARTA......YOGYAKARTA....
Itulah kata-kata yang masih teringat dibenakku
Bagaimana rangkaian kalimatnya...
Entahlah.........SUDAH LUPA

Well, setelah diskusi yang tidak menarik hatiku, 
Akhirnya acara utama dan ditunggu-tunggu datang.
MAKAN-MAKAN, 
menunya waktu itu nasi padang dengan lauk ayam. nasinya lezat, apa lagi GratIIIIis...mmm ... KALAU INI INGET hehehe.......

Sebelum pergi dan perpisahan, tentu tidak boleh di lupakan foto-fotonya



Satu-Satunya Foto dengan MPI yang terselamatkan



Jam sudah mendekati angka 5...
Perjalanan kami lanjutkan....
Melewati daerah wisata Tawang Mangu....
Mendaki terus
Hingga
Menjelang maghrib akhirnya sampailah kami ke
Pos pendakian gunung lawu CEMORO KANDANG

Shuuuuuuuusss.....
Udara dingin mulai menusuk....
Begetar badan ini kedinginan
Ditambah lagi
Setelah makan dengan porsi kuli
Alam menunjukkan kekuasaannya

Dan Jreeeeesssss
Tanganku membeku menyentuh Air
Dinginnya......
TOLONG OOM.....TOLOONG

Next

Setelah peristiwa mendebarkan diatas
Maka kami melakukan sholat maghrib
Tak lupa kami lanjutkan dengan "gratisan" Sholat Isya

kegiatan dilanjutkan dengan persiapan
baju dipasang berlapis....
sarung, slayer dikenankan.....
tak lupa pula saran imam kami gunakan

Namun.......
ternyata ada satu orang peserta dadakan tak membawa apa-apa termasuk mantel....
ia Ingin sekali mengikuti rombongan...
Calon malapetaka besar kedua disana.....

eiiits jangan lupa BERDOA agar diatas tidak ditemukan sesuatu yg macam-macam
berdoa dipimpin oleh ustadz muda tadi yang namanya saya lupakan
dan perjalanan dipimpin oleh mas aziz....

Perjalanan dimulai dengan melewati daerah hutan lebat

dengan tanjakan jalanan berbatu.....
Kadang-kadang diselingi oleh perkebunan warga

Setelah beberapa menit perjalanan
tubuh malah terasa panas, keringatan
napas mulai ngos-ngosan
punggung mulai memberat....
kami akhirnya memutuskan beristirahat...... 
 POS 1 belum terlihat......
ada 6 Pos yang harus dilewati.....
hah....
"BEGINIKAH NAIK GUNUNG"

perjalananpun kami lanjutkan.....
POS 1 akhirnya kami lewati.....
dengan semangat kami lanjutkan perjalanan....

sudah hampir 3 jam kami berjalan
POS 2 belum juga kelihatan
Badan sudah pegal....
punggung sudah sakit-sakitan.... 
Hati bertanya-tanya
"BEGINIKAH NAIK GUNUNG"

akhirnya dengan susah payah POS 2 terlewati....
namun 
JGGEERRRR.....
petir menyambar
angin kencang datang
hujanpun turun
"BEGINIKAH NAIK GUNUNG"

kami semua akhirnya memasang mantel.....
kami melanjutkan perjalanan....

tanjakan makin curam
batu-batu mulai tinggi
dan teman kami yang tidak memiliki mantel 
kedinginan.....
kamipun berhenti
KUTUKAN KEDUA
"BEGINIKAH NAIK GUNUNG"


Malam itu kami memutuskan untuk berhenti
turun kembali

Hujan tidak ingin menunjukkan keramahannya
Airpun tembus kedalam baju-baju kami
Ke tangan dan kaki kami
SAAT ITULAH
KUTUKAN PERTAMA TERJADI
Balsem dan Minyak kayu putih
Bukanlah kawan AIR
Tangan Membeku
Kaki Membeku
Senterpun dipegang dua tangan
"BEGINIKAH NAIK GUNUNG"

Cepat-cepat kami turun
Sampailah di POS 2
Namun semua bangunan telah penuh 
tak satupun tersisa untuk ditempati
"BEGINIKAH NAIK GUNUNG"

Kami memutuskan turun kembali
bercepat-cepat mencapai POS 1
dan ketika
Sampai disana
kami memutuskan untuk menunggu pagi
sembari menghangatkan badan
merenungi perjalanan


Hari itu aku ingat
Persiapan adalah hal yang tak dapat ditawar
Hari itu aku ingat
Bahwa ilmu adalah harga mahal
Hari ini aku ingat
Bahwa mendaki adalah potret mini kehidupan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text