Yup setelah saya terbelalak melihat jogjamaka saya akan sedikit mendaki gunung merapi....
Tepatnya jika anda tancep ke utara (bagi orang dari planet lain mungkin anda akan sedikit bingung dimana itu utara) jika anda bingung lihat aja pemandangan sekeliling anda jika anda melihat gunung maka itulah arah utara.....eh ya gunung merapi bukan gunung yang laen...
Oke LANJUT
dari jalan besar UGM silahkan tancap lurussss aja....
jika ketemu lampu merah lurus aja
jika ketemu lampu merah lagi, luruss aja
jika ketemu lampu merah lagi-lagi lurus, lurusss aja
jika ketemu lampu merah lagi-lagi lurus lagi, lurussss aja
dan jika anda ketemu lampu merah lagi-lagi lurus lagi-lagi ...oops berarti anda kelewatan, silahkan putar balik...
karena lampu merahnya cuma 4 kali ketemu....
gampangkan !!!!
begitulah kota jogja nggak ngeribetin...semuanya serba lurus...?
Oke LANJUT
mungkin dijalan anda akan melihat toko disana sini....
dari supermarket, penjual buah-buahan, penjual mainan, bahkan tempat penitipan hewan pun bisa anda temukan
dan tibalah pada akhirnya
DENG DENG DENG
sampailah anda ke KM 14,5 ....
suasana akan terasa lebih dingin...
silahkan menatap ke kiri
yah anda sudah berada di Universitas Islam Indonesia
UII tercinta
tempat para mujahid-mujahid ISLAM ditempa (yo Allahuakbar)
''''''''''
Pertama kali saya masuk dan melihat kampus megah ini...
saya melihat jalan lurus dua arah sepanjang kurang lebih 400m
didepannya terpampang bangunan megah berkubah emas
yang dinamakan MASJID ULIL ABAB Tercinta
suasananya serasa anda berada di Taj Mahal....
membuat orang terkagum2 dengan kemegahan masjid ini
membuat anak-anak ingusan (contohnya saya) berkata "saya harus keterima masuk disini, titik"
ok
mau gak mau kalo mau masuk kesana harus lewat cara yang dinamakan senyembara....
karena bukan waktunya senyembara secara tertulis
maka senyembara yang tersedia adalah CBT
senyembara dengan menggunakan alat khusus berbentuk kotak persegi....
senyembara tersebut ditempatkan disebuah gedung yang bernama REKTORAT
"siapa sih orang yang bernama rektorat"... cetusku waktu itu....zzzz
''''''' gedung rektorat berbentuk persegi dan memiliki tiga lantai
lantai paling atas merupakan lantai terhormat untuk para jendral kampus tigkat tinggi.... lantai dimana tahta kenegaraan berada..."FORBIDDEN PALACE"
lantai dibawahnya merupakan lantai para bawahan jendral yang biasanya menjadi tangan kanan jendral dalam bertugas.... lantai yang menghubungkan jendral dengan orang dari planet asing
sedangkan lantai dibawahnya merupakan lantai
dimana orang-orang sipil membayar pajak negara, lantai dimana para orang-orang ingusan yang sedang terlunta-lunta melanjutkan pendidikan, dan lantai dimana mbak-mbak muda selalu bertanya kepada orang yang datang "ada yang bisa saya bantu, mas".zzzz
sebenarnya masih ada satu lantai lagi yang dinamakan basement tempat para petugas terendah negara yang melayani kebutuhan para jendral.....tapi tempat itu jarang dilewati orang dan jelasnya senyembaranya tidak ditempat ini....
ok balik ke lantai 1
tiket masuknya sekitar 100rbuan (sekarang dah naek 2x lipatnya)
tes berlangsung 1 jam dengan pertanyaan 60 buah
20 soal bahasa planet lain, 20 soal agama islam dan 20 soal puzzle murah meriah
(ya bagiku soal psikologi itu terasa seperti puzzle)
soal ditutup dengan statement tanda seru
ANDA YAKIN!!!
dan hasilnya
DENG DENG DENG
tunggu sebentar.....
SELAMAT anda tidak diterima di Universitas Islam Indonesia
........
sedikit dengah wajah menunduk dan tampang muram serta geleng geleng kepala
saya keluar....
"gimana jos"
"(V_V) oooowww...tidak lulus,dad'
"cheer ups boy...there is another chance"
" ok dad"
yah ceritanya belum berakhir
ujiannya bisa diulang lagi sampe puas
sampe akhir menutup mata "oopps lebay'
ok balik ke proses, ketemu mbak2 lagi, ketemu alat berbentuk kotak persegi lagi, ketemu 60 soal lagi,
Anda Yakin
dan hasilnya
DENG DENG DENG
" selamat anda diterima masuk ke fakultas kemanusiaan"
"silahkan beritahu dady anda"
'''''''''' HARI itu hari yang benar-benar besejarah bagi saya
karena hari itu saya melihat ayah saya menangis bangga kepada anaknya...
mengharap dengan pengharapan besar kepada anaknya
melihat sesuatu yang besar kelak pada anaknya....
rasa syukur mengalir seperti semilir angin ke hatiku
merebah indahnya karunia DIA yang maha pengasih lagi maha penyayang
menjawab semua lantunan kata yang disampaikan ke langit
membuat mulut tetutup tanpa bisa terbuka lagi
tapi lihatlah diri yang terkasihi sekarang
merebah pilu melupakan cahaya ayahandanya dulu
melupakan untaian makna yang telah didapatkan
membuang semua harapan yang telah ada.....




Tidak ada komentar:
Posting Komentar